Jarak Dari Kamarku ke Pagar

5 11 2009

Dedaunan kamboja menutupi sepelempang jalan,
hendak menyingkat jarak dari kamarku ke pagar.
Dengan nafas yang deras, aku menengok saja
dari kotak kecil jendela bilik hatiku saat pagi benar.

Tentang daun yang berserakan, semalaman diguyur
kenangan, tentang angin yang menerbangkan hijau dari
ranting dan cabangmu. Adalah mengenai ufuk dan senja yang
sudah menginap di urat nadi. Berhibernasi seperti bayi.

Aku tak mau membangunkan mereka (untuk sekedar bertengkar?)
sambil kujinjing sandalku, mengendap melalui kisah dan kelana
: keluar dari kamar,
segera membuka pagar.





Menjelang 1

25 10 2009

resah lelampu jalanan padamu,
yaitu hati yang mengembara
di bandar dulu pernah bertemu

kau yang datang atau aku semalam?
pejalan ini seperti tahu
bara di hati yang telah diperam.

dendam padamu atau
legamnya bisu?





Di Pengkolan 1

19 10 2009

di pengkolan, ada langkah
terhenti. ada gelisah serta resah.

waktu yang tergelincir
dalam lipatan. ceruk hati, tak
kau tahu seberapa dalam.

di pengkolan, ada rindu
tak mati. ada ruang dan raung di hati.