sebagaimana engkau berdiri di depanku,
mengajakku pergi membunuh arus-arus
waktu, berburu sunyi di sungai beku.
sebagaimana aku membuka pintuku,
menatapmu dengan mata yang lelah
: impian itu sungguh nyala yang lungkah
satu persatu kami terpisah lagi,
engkau dilarikan dalam sunyimu
aku disenyapkan dalam riuhku.

KomentarPengunjung!