aku dan engkau menatap
kilatan-kilatan wajah
yang terpantul
di lantai
setasiun
adakah kau ukur betapa
lebur kita dalam senyap
dan ingatan tak luntur?
aku beranjak ke depan,
merentang lagi sunyi
kau berjalan lagi
mungkin tanpa henti
Advertisement

KomentarPengunjung!