di antara puncak-puncak malam, engkau
membisikkan apa yang ada di pikiran:
aku berjalan, duduk, makan, bangkit,
berjalan, berbicara, minum, pagi datang,
bus kota datang, angin menerpa, aku pulang,
dia pulang, tidur.
seseorang di sana telah kau cipta, untuk
menikmati harimu. mendengarkan lelahmu.
menguping bisikmu. menenangkan resahmu.
sesaat pernah kau hendak terjun saja, karena
kau tahu segala yang terjadi hanya sesuatu
yang ringan seperti bulu angsa. tapi segera kau tahu:
entah mengapa, berat tak tertanggungkan.
Advertisement

KomentarPengunjung!