Seperti ada yang sedang mengintai, waktu aku
mendesiskan namamu. Yaitu dia yang lebih jeli
tentang kedatangan ini.
Dialah yang kuhampiri sejenak, pada perjalanan
pulang, dan aku membelok di taman. Dialah yang
kutatap muka ke muka, dan minta sehelai koran.
Apakah bumi masih berputar?, tanyanya.
Aku tidak bisa menjawab.
Waktu aku mendesiskan namamu, neon itu berpendar. Sebab
kini pukul 2 pagi, kurasa dunia seperti berhenti berputar.
Aku terjaga, kuyakin dia pun juga.
Advertisement

KomentarPengunjung!