Apa mungkin ada, desir angin
yang terperangkap di bilik
hatimu? Angin yang sama yang
meniup hujan pertama di
Kalahari.
Aku menantimu. Dari semak-semak,
dalam sunyi dan ranggas yang jamak,
hendak kutatap sunyi pada kelopak:
selaput pelangi dan gerimis di awal pagi.
Apa mungkin ada, desir angin
yang menyapu butir-butir
kisah di hatimu? Aku hanya noktah
di gurun pasir. Dan engkau? Bermilyar-
milyar umatmu.
Advertisement

KomentarPengunjung!