Subuh Ketika Murid Terpana

5 04 2015

Subuh ketika murid terpana,
ada yang hilang dari dunia.
Ada rindu yang berubah jadi kuyu,
ada cahaya yang menjelma jadi gema.

Gema orang disesah,
gema orang diburu gelisah
: akan bisu yang menagih nyala kata

Subuh ketika guru menampakkan diri,
ada yang tak lazim dari dini hari.
Ada matahari yang tiba-tiba menyembul,
bukan di ufuk tapi di dalam hati.





Minggu Paskah

5 04 2015

Telah lewat hidupku,
dan telah lewat segala bisumu
Telah habis cawan-cawanku,
dan telah penuh janjiku.

Engkau telah meringkusku di pagi buta
seharian engkau sudah memampuskanku.
Engkau menagih nyala dari mulutku
yang selama ini berbusa-busa.

Aku tak cerai dengan kata-kataku,
aku hanya lampus dalam derai bisumu.

Aku telah mendaki Golgota,
aku telah menyusuri via dolorosa.
Aku telah memeram segala tanya,
aku telah memunguti segala mantra.

Kini di Minggu Paska,
semua orang suka ria,
entah atas apa:
luka-lukaku atau bisumu.





Sebelum Tanak Kata-kata

11 07 2014

Di rongga dada tuan,
apakah masih tersimpan
percakapan kita semalam?

Ataukah Tuan ingin aku sekali lagi
menikamkan sunyi yang lebih menusuk?
Ataukah Tuan belum mau membalikkan
punggung, sebelum tanak kata-kata ini?

Di rongga dada tuan,
hanya kuingat pertemuan itu,
tapi kata-kata itu telah sepi.

Engkau hanya lewat dalam sunyi,
di sini aku terdampar dalam bebunyi.





Tenggelam dalam Samudera

11 07 2014

Dia yang tenggelam dalam samudera,
mungkin rindu akan saat pertama
hujan menitik pelan di keningnya.

Dia yang terempas di ribuan suara,
mungkin ingin merasa-rasai lagi
kenangan saat ia terbata-bata.





Di Muka Pintu

10 07 2014

Bagaimana caraku menempuh hari-hari kerontang
yang perlahan menyapu hatimu? Bagaimana
caraku berteduh di tritisan sebelum musim
panas yang ranggas datang melibas? Dan, bagaimana
kuketuk pintumu sebelum aku kuyup oleh tetes-tetes
doa yang turun dengan deras dari langit kamarmu?

Bagaimana caraku mengingatkanmu untuk keluar,
sejenak memantik hasratmu akan semi yang menyemarakkan
daun-daun di jalan setapak itu? Aku mau kau percaya: kita bisa
hanyut lagi mengarungi percakapan, tanpa doa, tanpa mantra apa-apa.

Tapi, bagaimana kalau kau lebih memilih untuk lenyap saja?





Saat Cinta Tinggal Sepucuk

10 07 2014

Saat cinta tinggal sepucuk,
engkau berkirim berita
“Yang terhormat kenangan,
mohon menginaplah semalam.”

Saat rindu tinggal kata-kata,
engkau menagih janji
“Yang terhormat cinta,
mohon lunasi utang Anda.”

 





Bahasa Udara

10 07 2014

Ajarilah kami,
bahasa udara.

Bahasa yang menyatu
dengan rimba rasa.

Bahasa yang pecah
tanpa kita gelisah..

oleh jarak, ataupun
ingatan yang retak.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.