Berdua Kita

8 09 2017

Kendati Anda marah, Tuan
buat apalah?
Isi kepala Anda, Tuan,
meliputi samudera.

Aku dan kata-kataku di malam itu,
berbual-bual hingga menderas,
mungkin tidurmu, Tuan, terseret
dalam ombaknya, hingga terdampar
di gigir hatiku yang kerontang.

Kendati Anda marah, Tuan,
buat apalah?
Toh di sini saya,
berdua kita.

 

Advertisements




Menghela Namamu

8 09 2017

Napas ini rindu rintik
melambatnya waktu
pagi sehabis hujan
tetes air di genangan
datang burung prenjak
dan daun bergoyang pelan.

Ingatan mengalun
sesuatu yang silam
yang fana dan temaram
dalam bilik paru-paru
semilir angin mengisi
dalam diam diriku
menghela namamu.





Yang Termakan Dukamu

8 09 2017

Yang termakan dukaku,
tak mungkin jalinan waktu
dalam diam kupandang nanar
lalu lalang kata-kata

Yang tersapu teriakku,
tak kukira adalah bibir itu
dalam kerjap pagi buta
mendaraskan doa-doa

Yang hilang dan yang datang
itu kau tahu, adalah senja di pantai,
adalah ombak gemuruh,
adalah semilir angin,
adalah tapak-tapak
tercetak di pasir.

Pupus dalam sesaat,
datang saat napas ini
lamat-lamat
dihela.





Tersapu

13 01 2017

Kabut yang terkulai lemah
terbaring di gigir ingatanmu
aku tahu, lambat laun aku tersapu.





Subuh Ketika Murid Terpana

5 04 2015

Subuh ketika murid terpana,
ada yang hilang dari dunia.
Ada rindu yang berubah jadi kuyu,
ada cahaya yang menjelma jadi gema.

Gema orang disesah,
gema orang diburu gelisah
: akan bisu yang menagih nyala kata

Subuh ketika guru menampakkan diri,
ada yang tak lazim dari dini hari.
Ada matahari yang tiba-tiba menyembul,
bukan di ufuk tapi di dalam hati.





Minggu Paskah

5 04 2015

Telah lewat hidupku,
dan telah lewat segala bisumu
Telah habis cawan-cawanku,
dan telah penuh janjiku.

Engkau telah meringkusku di pagi buta
seharian engkau sudah memampuskanku.
Engkau menagih nyala dari mulutku
yang selama ini berbusa-busa.

Aku tak cerai dengan kata-kataku,
aku hanya lampus dalam derai bisumu.

Aku telah mendaki Golgota,
aku telah menyusuri via dolorosa.
Aku telah memeram segala tanya,
aku telah memunguti segala mantra.

Kini di Minggu Paska,
semua orang suka ria,
entah atas apa:
luka-lukaku atau bisumu.





Sebelum Tanak Kata-kata

11 07 2014

Di rongga dada tuan,
apakah masih tersimpan
percakapan kita semalam?

Ataukah Tuan ingin aku sekali lagi
menikamkan sunyi yang lebih menusuk?
Ataukah Tuan belum mau membalikkan
punggung, sebelum tanak kata-kata ini?

Di rongga dada tuan,
hanya kuingat pertemuan itu,
tapi kata-kata itu telah sepi.

Engkau hanya lewat dalam sunyi,
di sini aku terdampar dalam bebunyi.