Gagang Pintu

12 04 2007

 

Selalu gamang aku mengayun langkah
Apalagi setiap harus kuputar gagang pintu.
Tidakkah ini terlalu pagi untuk pergi.
Meninggalkanmu, dan menuju suatu
tempat baru yang asing? Kecamuk itu
biasanya lama, dengan beberapa argumen
dan kertak gigi yang menyebalkan. Padahal aku sudah
berpakaian lengkap. Apa ini perpisahan atau
janji untuk bersua lagi. Kelak? Entahlah.

 

Dan, aku jengkel. Kamu, gagang pintu, selalu
menguping!! Senyummu sungguh sinis.

Kujewer saja (kecil-kecil sudah berani nguping!).
Pintu terbuka dan aku pergi.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: