Pulang 1

14 04 2007

Kutunggu dirimu di balik hujan deras
seperti kabut senyummu jika kulihat
di celah, sebuah lubang kunci yang resah
karena persis detik ini, Tuhan tengah sekarat

Sambil kutunggu kereta terakhir,
terpikir olehku Tuhan yang lain.
Lalu kupetik dawai di hatimu yang hening
hingga tersadar hidungku, akan
bau yang pernah pupus
untuk sekian lama.

Bisikkan padaku, kawan,
apa arti rumah,
apa arti jalan.

Dan setapak yang hilang,
ketika aku rindu berpulang.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: