Aku dan Engkau, dalam Suatu Doa

18 04 2007

Sementara waktu tak ada

teriak atau tangis

antara kita, hanya bisu

bila kita bertemu – atau tunduk saja!

 

Aku tak jemu, tapi Engkau aku tak tahu.

Mungkin Engkau mematung, membeku

di bangku tuaMu, atau menyangga dagu

 

dan sementara waktu, kisi-kisi jendela

melegam, ditelan warna hati yang buram pula.

Aku diam, tak ada teriak atau tangis.

 

Engkau bosan mungkin, tercampakkan di selanya

waktu. Detik-detik yang berjatuhan,

seperti nafasku yang tersengal sekali dua kali,

meski aku terus diam.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: