Catatan Lagi Mandi

19 04 2007

Dari garis-garis yang menggurat, ia ingat betapa waktu telah meracuni tubuhnya. Kemudian nyeri dan ngilu itu, menjadi gurun yang merata di sekitar punggungnya. Dalam lipatan-lipatan serta kerutan, jalan raya dan debu jalanan telah menginap entah sejak kapan. Dalam telinga dan belakang mata, bising pun telah tinggal sebagai ampas.

Ia terpejam sambil menitikkan air mata, mencari-cari savana dan cakrawala yang entah sekian lama hilang ke mana.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: