Chairil

23 04 2007

Alangkah bahagianya mati muda, seperti kopi yang mengalir pada tegukan pertama, habis itu pahitnya membuat gundah, pada rasa yang barangkali kau tak ingin kehilangan.

Demikian pula pada sebuah taman, dedaunan hijau muda berdesahan lalu lepas dari cabangnya, terbang menari seperti lambaian tangan, apakah kau sebut itu kehilangan?

Apalagi hidup. Yang seolah tiada habis kaupetik satu persatu gemerincing detiknya. Jika hatimu ada pada tempat yang telah pasti, mengapa tak berani berkata lantang: cukup!


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: