Jarang Pulang

24 04 2007

Mereka mengarak sepasang sepatu,
beramai-ramai seperti tahbiran,
dalam malam buta, ribuan obor berpadu
ceracau seperti pasukan lebah.

Menggedor pintu,
tiba dihadapanku, mereka berkata:
“Lihat, kami bawa padamu kawan,
sepasang sepatumu yang jarang pulang.
Ia telah pergi, tapi kini telah kembali.
Ia yang prodigal dan tak tahu diri ini.”

Lama kupandangi, aku jadi merasa miskin.
Pada matanya, kutemukan lelah yang memuaskan.
Pada matanya pula, aku bisa melihat diriku,
yang putih bersih tapi
tanpa sepatu.


Actions

Information

One response

24 04 2007
ichsan231

Kenapa jarang pulang, dimarahin terus dirumah apa ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: