Pahlawan Kemalaman

3 05 2007

Lelaki itu mengais-ngais buku sejarah
demi matahari yang telah lama seperti
lenyap dalam peraduan.

Tapi meski telah hancur jemarinya, dan
telah tandas telaga di matanya,
malam tetaplah malam
yang pekat seperti biasanya.

Ia insyaf seperti sejarah berungkali
menenangkannya: barangkali
hingga limaribu tahun ke depan, tetap tak
satupun menemukan matahari sang pahlawan,
atau bahkan untuk menyematkannya di dada
sebagai lencana. Atau tanda jasa.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: