Habis Gelap Terbitlah Terang

4 05 2007

Setelah semuanya menjadi jelas, kabut bunuhdiri suka rela, matahari menyala kian panas, dan ratusan bahkan ribuan kata-kata dipak kedalam kardus, di manakah para pemabuk, yang gemar mencecerkan kata-kata semaunya dan membiarkan mereka beranak pinak kemudian dipanen kala pagi-pagi buta?

Ayo, ayo, ke utara, mari kita menanam benih tuak, menyemai bibit-bibit pembelotan, mengurai kesadaran jadi tuah-tuah berpangkal kenikmatan!

Cukupkanlah pada ratusan botol atau ribuan tegukan, dan buat apa dihitung, toh tidak ada orang yang kehilangan. Kita laksana anjing penjaga, dan ceracau berbual-bual gembalaannya.

Walau jalan kita sempoyongan, pulanglah dengan hati damai, seperti layaknya ibu-ibu, atau ibu kita Kartini itu, yang di belakangnya matahari mengikuti seperti anaknya: lalu habis gelap, kata-kata bersinar jadi terang.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: