Samaria

7 05 2007

Di ambang pintu, kutemukan
sebuah jahanam yang sudah mengering.
Tampangnya yang hitam legam
mengingatkanku akan dongeng-dongeng
penyihir dan bagaimana mereka diasingkan
ke gurun seperti sampar.

Sebelum senja merebak, aku mencoba
memapahnya ke pekarangan, hendak
menisankan tubuhnya diam-diam.

Apa daya, malamnya aku seperti dikejar-
kejar ribuan atau milyaran kata-kata, yang
mencoba mencocok-cocokkan. Dari A sampai Z.
Semuanya serapah.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: