Cuma Mampir Mabuk

6 06 2007

Minum-minum di kala malam,
menenggak sebotol lalu larut
dalam bayangan. Sarkasme
hidup yang berlebihan.

Untunglah hitam malam
melarutkan mata yang hampir terpejam
pada desir angin dingin.

Tak berapa lama jatuh dengan damai,
tertidur di halaman, sebelum mencapai
pintu pagar.

Tak bosan-bosannya aku bermimpi,
menyentuh wajah bulan yang rupawan.
“Memang tak setetes pun tersisa di botol,
tapi kalau kau mau, ciumlah nafasku saja.
Lalu kita bina bersama: setiap ceracau,
yang gembira ria.”

Tetapi sedih juga ketika akan berpisah.
Mengingat pagi akan menjelang, aku benci
harus siuman lagi. Mabuk-mabukkan selalu
enak terutama kalau kau tahu
: hidup cuma mampir mabuk!


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: