Dilarang Teler 2

24 06 2007

Kini jarak kita cuma sebatas gelas di hadapan.
Seteguk atau dua, membuatku mabuk, melayang
ke atas. Seraya jiwaku suwung. Dan kosong yang
melompong. Pahitnya menyedihkan, menggetarkan
lagi ingatan tentang getir kehidupan, yang menggelandangmu
dari Gethsemani kala itu. Suara-suara yang memekakkan telinga:”Tangkap si Tukang Teler!!”. “Waktu itu pagi buta”, katamu, “aku pun lagi teler-telernya”. Setelahnya siksa: rajam. Dan tikam pada Jumatnya!

Aku terkesiap. Kau menawarkan lagi, seteguk lagi lah.
Ah, aku pikir-pikir dulu. Saat ini juga sudah larut malam.
Kukutuki pusing yang menjalar. Jujur, aku jadi takut teler.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: