Sendang Sono

24 06 2007

Adakah sesuatu seperti jembatan,
dalam tuturan yang menggugam,
sepanjang malam meniti pelan-pelan.

Resah dan risau, sunyi dan gulita,
tersekap di simetri puluhan salammaria.

Saat kakiku merayapi via dolorosa.
dari sebuah anamnese
hingga perih-pedihku sendiri
yang kubawa lari.

rinduku yang sunyi pada jembatan itu,
melalui kisah purba menuju dukaku,
melalui petang menuju pelita kecil nyalamu,
melalui doa-doa menuju legawa,
melalui Maria menuju Dia.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: