Emaus

12 07 2007

Tanpa ada sepatah kata, bisu yang membahana,
kau sodorkan piala. Setelah senja di kota, tidur
panjang serdadu Golgota, kau malah mengajakku
untuk teler bersama. Sudah, sudah lupakan
kesedihan, kita teler-teler saja sampai pagi, bisikmu.

Aku tertegun pada kisaran waktu yang dalam perjalanan
telah kau rentang. Belum habis dukaku, belum tuntas bisuku,
akan teodisi yang tak pernah terpecahkan.

Setelah air bah, setelah tulah-tulah

dan laut merah, setelah tikam dan rajam, kini semuanya
berakhir di piala yang kaugenggam.

Sekian puluh menit kita diam, aku setuju: ke dalam piala,
biar ku tenggelam!


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: