Andakah Yang Memberi Saya Nafas Buatan?

13 12 2007

Ada ceruk, atau lubuk, kelelawar dan sebangsa kalong
di sana mereka bersarang, di sebuah lembah bernada
dan berirama dari kata-kata yang kau buat berbaris
bahkan untuk setiap suku kata, kau sematkan luka seorang martir
yang menantang garangnya makna.

Yang datang dengan tiba-tiba, untukku di malam buta,
setangkai bulan yang layu mendorongku terjungkal
di stanza yang menganga. Euforia di lubang
antar nuansa, spasi-spasi yang sunyi setelah bunyi tik tak tik tok
mesin ketik, menyandera alam benda dalam alfabet.

Dalam ceruk, dalam lubuk, kelelawar atau
kalong mencuri nafasku, menghisap kuat paruku.
Mati lemas oleh kata-kata, sampai kucapai bibir pantai.
Untuk kesekian kali, serapah saat aku siuman lagi.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: