Tidak Romantis

11 03 2008

Kami sedang nonton film bersama,
di ruang tengah. Sambil makan biskuit.

“Saya ingin lihat cinta.”

Setengah dua belas malam. Sepi yang
ganjil bagi pengejar karier. Rama dan Sinta.
“Cinta hampir habis, lekas ganti cd kedua!”

Lampu-lampu yang kelap-kelip. Rindu yang
hendak diungkit. Tapi dia keburu pamit.
“Selamat tidur. Besok kita cari cinta yang lain.”


Actions

Information

One response

11 04 2008
lamanday

Salam,

Dulu, waktu masih sekolah di de britto, dilanjutkan kuliah di ugm, waktu sering main ke sosial agency gejayan, ada gadis yang selalu datang ke toko buku kecil itu untuk mencari buku2 filsafat. Ia mahasiswi S2 teologi Sanata Dharma. Ia manis, tapi penampilannya cuek abis..

Kami menjulukinya gadis SJ = gadis sandal jepit karena tiap kali ke sana selalu bersandal jepit kumal seperti yang kita pakai ke wc.

Di kemudian hari, saat maen lagi, dan bertanya pada tukang jaga buku, dikatakan bahwa si gadis sudah lama tidak datang2 lagi. Terakhir datang, katanya ia sudah naik mobil mewah, bergaun merah, dengan pria mapan yang necis dan bertampang pengusaha. Buku yang dicari bukan filsafat, tapi bagaimana sukses dan bahagia dalam perkawinan.

Rasanya, sebagai proletar, menatap paduan kecantikan dan sandal jepit adalah kebahagiaan, walau maya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: