Nanti

29 07 2008

Beranda tempatku bersuara
kaupun acap kali berbicara
di sana. Kini telah tanpa kata.

Tapi apa harus sepi? Detik-detik
masih bertumbangan, dan
syafaat ranggas pula dari rantingnya.

Sampai nantipun andai aku pergi,
aku masih berdiri. Juga nafasmu,
kudengus, terus dan tanpa henti.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: