Sesudah

29 07 2008

Memetik gitar, menenggak minuman
dini hari aku di bawah rembulan.
Pintaku: aku jangan dipojokkan.

Dalam sunyi, dalam hening yang 
jadi bingar, aku kauhempas
dalam belukar. Sesudah itu giliran 
kalian bersuara-suara.

Tanpa menunggu siuman, juga
sebelum dunia membuka mata,
aku ikut kau. Menari bersama.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: