Lusa Saja

5 08 2008

Setelah satu dua catatan pribadi, usai
pula malam ini. Aku melipat tangan
sejenak. Mau apa besok?

Besok aku akan bertandang, ke rumah
Chairil. Binatang jalang itu. Atau aku
ngobrol saja dengan Henri, di samping kolamnya.
Tentang sumsum kehidupan, yang tidak
ada habisnya.

Hari-hari yang tidak ada habisnya, yang
rimbun meski sering dipetik. Mereka selalu
bicarakan itu. Dan setiap aku mau undur
diri, sebilah senyum yang seperti guratan
garis itu telah menusuk.

Ah, mungkin lusa saja, aku datang.


Actions

Information

One response

6 08 2008
atomuhammadtoha

bravo
puisi dengan pilihan kata yang sederhana
namun terangkai menjadi kalimat yang kuat
bermakna, bertenaga

salut…

penikmat puisi – ato

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: