Akhirnya Terekam Pula

30 01 2009

Usah menanti-nanti. Waktu itu akan datang.
Angin yang mendesir, awan-awan cirus,
lembah berpasir, kejauhan sebuah bus.
Waktu itu benar akan datang. Desahmu.
: lebih mirip pertanyaan. 

Kini biarlah kita berpayah, esok atau lusa
pematang dan jalan itu tak lagi dirahasiakan.
Bagi kita, jerih itu terbayarkan.
Desahmu: ya, percayalah.

Akhirnya, ketika kita beradu. Mata kita terpergok
oleh waktu yang terserak pada jalan-jalan lurus.
Akhirnya, kalau kita bertemu. Mata kita mendekam
karena segalanya terekam pula pada sehelai kartu pos.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: