Mencuci Sepatu

16 02 2009

Mencuci sepatu itu, yang lama tersisih
sendiri di dekat pintu. Mungkin pagi
hingga malam, dia telah mengetuk?

Kusikat jejak-jejaknya, juga koyak dan
berkas lumpurnya. Seperti luka-luka
seorang sandera.

Kau tak hendak mematahkan semangatku.
Tidak. Usai bersih lagi, kau tinggalkan
pesan di atas meja kerjaku. Kau pergi lagi,
untuk jadi sandera hatimu.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: