Membuka Jendela

18 02 2009

Saya baca beberapa gelisah, juga
harapan di cermin. Mereka duduk mengantri
seperti barisan penumpang. Pagi ini di 
stasiun yang beranjak dewasa. 

Apakah aku bermimpi? Kuraih
kacamata, tapi mereka masih di sana.
Saat aku berkumur pun, mereka masih 
ada. Kalian menunggu kereta?

Kubuka jendela, sambil handuk masih
di tengkuk. Aku menoleh kepada mereka.
Serasa seperti masinis, sekaligus
gerbong tua.


Actions

Information

2 responses

21 02 2009
yolanda

mudah2an SJ kembali berjaya …
he3x…..
(kaitkan sendiri maknanya ya dengan produktivitas bulan februari he3x)

21 02 2009
Adinto Fajar

wegah (puisiku ki ana artine to?? hehehehe)
dasar, kok lama-lama dadi serba implisit to mbak..😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: