Sebatang Kayu

2 05 2009

Sebatang kayu itu sejak pagi telah terpaku,
aku menatapmu. dari balik kisi-kisi
jendela.

Pantulan cahaya mencipta
bayanganmu seperti postur yang renta.
‘Aku mau menunggumu bercerita’ bisik
kayu padanya.

Tapi tak ada yang terjadi, selain
angin yang sepoi, dan tatap mata 
kayu yang penuh arti.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: