Merebahkan Diri

16 10 2009

rebahku malam itu
adalah

rebahmu

rebah pada gigil
di tubir malam
lalu aku dan kamu,
kita serasa kecil

di bibir jendela itu,
aku mengeja sebuah
ruang yang absurd

di mana kau dan aku
telah rebah. menetap.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: