Menutup Laci

3 02 2010

Ada yang masih ingin
kupandang, saat aku
menutup laci. Sebuah
lemari tempat hal-hal
renik kusimpan.

Semula hanya ingin
mengambil gunting.
Tapi aroma itu datang,
yaitu aroma langit biru
yang telah sekian lama
kusimpan.

Aku menutup laci dan
berharap engkau tahu,
kelak jika tiba saatnya.

Bukankah hidup adalah
seni menunda?


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: