Rindu

20 07 2010

Perbolehkan aku untuk tak bicara,
tak juga kugoreskan pena. Aku ingin
menempelkan telinga ini di atas
dadamu. Biar kudengar sajak yang
hilang sekian lama.

Dari rongga-rongga diafragma itu,
biar kudengar lagi helai-helai doa
yang dulu telah pernah kauhela.

Kata-kata telah menjadi purba,
dan setiap alinea bertambah renta.

Aku hanya ingin menemuimu,
untuk tidur di pelukanmu, ibu.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: