Selembar Kartu Pos Untukmu

24 08 2011

Seandainya aku berkata: aku gila,
itu karena aku mendadak merasa seperti
sebuah kartu pos, yang teronggok lama
di kotak suratmu. Rasanya menyesakkan.

Aku menunggumu, aku menunggu kedatanganmu,
membuka pesan hatiku, dan mencermati
beberapa kalimat saja. Tidak banyak.

Gila. Aku hanya selembar pesan, dan
tidak mungkin rebah, lalu membiarkan
diri menghablur di udara? Tidak.

Ingatanku padamu adalah jarak
dan waktu. Kita bergerak, dan aku selalu
mengejarmu. Di mana dirimu?


Actions

Information

2 responses

16 10 2011
rumpelstiltskin

suka sekali dengan puisi ini, meski sendu maknanya. terus berkarya ya..

16 10 2011
Adinto Fajar

hahaa, pastii. thanks udah baca ya, rumpelstiltskin..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: