Setelah Waktu Berlalu

24 08 2011

Setelah waktu berlalu, tibakah saat
rendezvous? Tibakah saat kita pulang
lagi, pada hati yang damai, setelah
secangkir teh dan beberapa cerita
laga kita masing-masing.

Dan, di ambang jendela, aku hendak
menguping bisikmu, tentang malam itu,
yang tidak kita kecap benar-benar.
Seperti apel, yang kilatan kulitnya
memantulkan kecut yang terlampau pilu.

Di ambang jendela, ratusan kilometer
jauhnya, aku menghela nafasku.
Sebuah nafas yang ringan, tapi
sering tak terpikulkan.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: