Senin Pagi di Puncak Bukit

27 02 2012

Awan putih memberkas
sebuah garis – jejak kepakmu
dalam udara dan hati yang luas.

“Kapan kita akan menghela
napas yang deras seperti
dengus kuda pacuan yang muda?”

Aku tegak berdiri
tegak lurus dengan hamparan
pucuk-pucuk daunan cemara.

“Kapan kita berlari lagi
mengejar ufuk dan tetes
embun, di pagi pertama yang lembut?”

Udara merasukiku
bersama kisah tentang
migrasimu: kawanan burung yang
tak peduli, seberapa cepat waktu,
menerjang sarangmu.

Pergi dan terbangkan tubuhmu,
jauh-jauh ke lubuk hatiku lagi.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: