Malam dari Kaca Taksi

2 03 2012

Malam dari kaca taksi, tampak
lampu-lampu jalanan berlarian
menjauhiku. Sekencang aku berlari,
ada yang luput dan makin tak terselami.

Aku tak peduli pada puisi, yang kupunya
hanyalah sunyi, yang dari hari ke hari
semakin lirih, bahkan tak berbunyi.
Kucari lagi, senyap yang gaduh seperti
: hela napas yang purba, atau
degup jantung yang seperti biasa.

“Ambil jalan mana, Pak?” tanya sopir taksi.

“Lurus saja, hingga aku berkata stop.”
Sunyi pun menikam di hati: lurus saja, katanya.

 


Actions

Information

3 responses

5 03 2012
itaita

bagus.πŸ˜€
numpang mampir,πŸ™‚

5 03 2012
Adinto Fajar

Itaita,

makasih udah mampir, jangan kapok ke siniπŸ™‚

5 03 2012
itaita

ehehe… gak kapok lah, kapan2 mampir lagi kalo ad puisi baru.πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: