Pendaki

13 11 2012

Kata-kata berduyun-duyun pergi,
seperti para pendaki, satu demi satu
mereka memanjat sepi.

Ketika itulah, tiada aku bisa menakarmu,
sebab tidak ada lagi bahasa, ragu demi ragu
mereka merambat nadi.

Tidak ada cakap yang terdengar,
bahkan sunyi telah tunggang langgang.
Hanya kabut yang menyusup,
di dalamnya, aku meringkuk.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: