Hilang, Susut, lalu Redup

12 12 2013

Yang hilang dalam lelampu malam,
mungkin hanya kenangan akan gigil
hatimu hatiku memberangkatkan detik
untuk berlalu di sela genggaman tangan.

Yang susut dalam kabut pagi itu,
mungkin hanya wajahmu yang haru
serta perpisahan yang tak tersuarakan
kecuali lewat uap di kaca kereta.

Yang redup di hatiku kini,
mungkin hanya doa-doa itu.
Tapi rindu padamu adalah
unggun yang nyala. Selalu.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: