Angin

3 03 2014

Dia berhasil menemukan gelisah.
Rupanya engkau tak rapi-rapi amat.
Perasaan itu kaupikir telah kau larung
jauh-jauh, tapi uapnya bebas menari
terbawa ke sana ke mari.

Dan, angin itu mengajaknya pergi
membumbung tinggi. Di langit, mereka
menerbitkan rindu di ufuk barat. Engkau
melihatnya dengan kecut dalam perjalanan
pulang berlelah-lelah seharian.

Setiap senja, engkau gelisah lagi,
tentang warna biru yang tak pernah kuyu itu,
yang begitu sering kabur, tertiup udara kantormu.

 

 

 

 


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: