Rindu Pun Naik dengan Getir

19 06 2014

Setelah senja merapat,
kereta pun mendekat

Ada yang lalu lalang
datang sejenak lalu hilang.

Sementara itu sunyi pun menepi
berganti dengan suara itu lagi:
yaitu derit roda dan rel beradu
serta bisik hatimu membaca rindu.

Rindu pun naik dengan getir,
berlomba dengan yang lain.
Tak tahu apakah kelak ia masih bisa
bersaing bersama risau yang berjejalan.

 


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: