Di Muka Pintu

10 07 2014

Bagaimana caraku menempuh hari-hari kerontang
yang perlahan menyapu hatimu? Bagaimana
caraku berteduh di tritisan sebelum musim
panas yang ranggas datang melibas? Dan, bagaimana
kuketuk pintumu sebelum aku kuyup oleh tetes-tetes
doa yang turun dengan deras dari langit kamarmu?

Bagaimana caraku mengingatkanmu untuk keluar,
sejenak memantik hasratmu akan semi yang menyemarakkan
daun-daun di jalan setapak itu? Aku mau kau percaya: kita bisa
hanyut lagi mengarungi percakapan, tanpa doa, tanpa mantra apa-apa.

Tapi, bagaimana kalau kau lebih memilih untuk lenyap saja?


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: